Budaya Ekonomi Digital Masyarakat Menengah Keatas


idb ccover 3Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar

Dosen : Muhammad Burhan Amin

 

Topik Makalah

Budaya Ekonomi Digital Kalangan Masyarakat Menengah KeAtas

Kelas  :  1-ID08

Tanggal Penyerahan Makalah : 02 December  2012

Tanggal Upload Makalah  :  02 December 2012

P E R N Y A T A A N

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

 

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

P e n y u s u n

N P M Nama Lengkap Tanda Tangan
37512741 Wiratmo eko jati  

Program Sarjana Teknologi Industri

UNIVERSITAS GUNADARMA


KATA PENGANTAR

Salam sejahtera,

Segala puji dan syukur saya haturkan kepada Tuhan yang maha Agung yang telah memberikan kesehatan dan kekuatan kepada saya hingga, terselesaikannya tugas Ilmu budaya dasar ke3 ini mengenai Keluarga adalah miniature prilaku budaya ini. Ucapan terima kasih juga saya utarakan kepada keluarga, sahabat saya yang telah memberikan dukungan penuh baik dari segi perbaikan materi dan juga dukungan mental guna penyelesaian tulisan ini. Tugas ini berisikan “Budaya ekonomi digital kalangan ekonomi menengah keatas“ paparan mengenai tema ini diharapkan akan sangat membantu dalam memaparkan peran keluarga ini.Ucapan terima kasih kami haturkan kepada bapak Burhan Amin selaku dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar universitas Gunadarma, kepada teman-teman dan berbagai pihak yang telah turut memberikan masukan dan sarannya hingga tersusunnya tugas ini. Kritik dan saran selalu terbuka untuk semua khalayak guna menjadi masukan dalam penyusunan tugas selanjutnya.

Jakarta, 2 December 2012

 

 

 

BAB I PENDAHULUAN

  1. 1.                  Latar belakang

Ekonomi digital atau lebih sering dikatakan dengan E-Commerce merupakan salah satu konsep yang cukup berkembang dalam dunia internet. Penggunaan sistem ini sebenarnya dapat menguntungkan sangatlah banyak pihak, baik pihak konsumen, produsen maupun penjual (retail). Konsep online shopping menyediakan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan konsep belanja yang konvensional. Selain proses transaksi bisa menjadi lebih cepat, di internet telah disediakan hampir semua barang yang biasanya dijual secara lengkap.

Sebagian menamakannya sebagai e-economy, sementara yang lainnya lebih suka menggunakan istilahistilah semacam internet economy, digital economy, new economy, dan lain sebagainya. Namun banyak pula yang menilai bahwa paradigma ekonomi baru tersebut sebenarnya tidak ada, yang ada adalah “the old economy with

the new technology”.

Sejalan dengan berkembangnya e-commerce maka berkembang pulalah para pembelanja online yang memang di dominasi kalangan menengah keatas sebagai para pembeli. Nilai transaksi belanja online di Indonesia, tahun 2012 ini diperkirakan mencapai 266 juta Dollar Amerika Serikat atau sekitar 2,5 triliun Rupiah. Angka tersebut diperkirakan akan naik 79,7% menjadi 478 juta Dollar AS (sekitar 4,5 triliun Rupiah) pada tahun 2013. Pada 2014, angka transaksi online di Indonesia diperkirakan mencapai 736 juta Dollar AS (sekitar 7,2 triliun Rupiah).

Jumlah transaksi tersebut diperoleh dari sekitar 6% dari 50 juta pengguna internet di Indonesia yang berbelanja secara online. Jumlah tersebut juga meningkat karena pada tahun 2009, hanya 3% pengguna internet yang mau berbelanja online. Demikian dikatakan oleh Direktur Ideosource, Andi S. Boediman seperti dikutip oleh IndoTelko.

Dengan besarnya konsumsi kalangan menengah atas akan pembelian barang – barang di internet atau e –commere ini maka tugas ini akan membahas tentang Budaya ekonomi digitas masyarakat menengah keatas. Menurut survei global terbaru Nielsen Online, lebih dari 85 persen populasi online dunia telah menggunakan internet untuk pembelian. Di Indonesia, setengah dari pembeli online menggunakan Facebook (50 persen) dan jejaring sosial Kaskus (49,2 persen) untuk membeli barang, mulai produk fashion, elektronik, buku, hingga peralatan rumah tangga.

Produk fashion paling diminati dalam belanja online. Hal ini tergambar dari hasil survei Litbang Kompas pertengahan September lalu. Sebanyak 33,5 persen responden pernah berbelanja online. Barang yang mereka beli adalah produk fashion atau pakaian, termasuk aksesori dan sepatu (60,8 persen).

Sebanyak 53,2 persen responden yang berbelanja secara online adalah mereka yang pengeluarannya lebih dari Rp 2 juta per bulan. Pekerjaan mereka adalah karyawan swasta (33,9 persen) dan wiraswasta (19,4 persen). Di samping itu, belanja online juga diminati pelajar dan mahasiswa (19,9 persen). Hal inilah yang mendorong semakin menjamurnya bisnis online atau e-commerce ini.

  1. 2.                  Tujuan

 

Tujuan dalam penulisan ini adalah :

  1. Mengetahui lebih lajut mengenai apa itu ekonomi digital
  2. Mengetahui tren ekonomi digital yang mana memang lebih di dominasi kalangan kelas atas dan/atau terpelajar
  3. Membuka wacana /pemikiran bagi pembaca akan peluang bisnis denganbasis     e-commerce

  1. 3.                  Sasaran

Sasaran dari penulisan ini adalah mengetahui tren atau budaya ekonomi digital yang mana sebagian besar dilakukan oleh orang – orang kalangan mennengah atas  dan pula membuka sebuah pemikiran bagi para pembaca dalam pembentukan suatu bisnis e-commerce

BAB II PERMASALAHAN

      Ekonomi digital mencakup semua usaha yang dilakukan melalui jaringan komputer. Kemajuan dalam telekomunikasi dan teknologi komputer dalam beberapa tahun terakhir telah membuat jaringan komputer merupakan bagian integral dari infrastruktur ekonomi. Semakin banyak perusahaan yang memfasilitasi transaksi melalui web.ekonomi digital atau sering dikatakan  E-commerce memberikan banyak keuntungan kepada konsumen dalam bentuk ketersediaan barang dengan biaya rendah, pilihan yang lebih luas dan menghemat waktu. Orang dapat membeli barang dengan klik tombol mouse tanpa bergerak keluar dari rumah mereka atau kantor. Demikian pula layanan online seperti perbankan, termasuk tiket penerbangan, bus, kereta api, pembayaran tagihan, pemesanan hotel dll sudah manfaat yang luar biasa bagi pelanggan. Kebanyakan ahli percaya bahwa e-commerce secara keseluruhan akan meningkat secara eksponensial pada tahun-tahun mendatang. Bisnis untuk transaksi bisnis akan mewakili pendapatan ritel online terbesar, tetapi juga akan menikmati pertumbuhan yang drastis. Online bisnis seperti jasa keuangan, perjalanan, hiburan, dan bahan makanan semua akan tumbuh

Nir B. Kshetri mengatakan bahwa kekuatan globalisasi dan Internet memiliki potensi untuk menawarkan keuntungan bagi individu dan organisasi dalam mengembangkan serta negara-negara maju. Selain manfaat ekonomi seperti lebih banyak pilihan dan kemudahan berbelanja di rumah, pasukan kembar dapat membuat kemajuan pada pengembangan pendidikan dan ilmiah, saling membantu, dan perdamaian dunia, demokrasi mendorong, dan paparan menawarkan untuk budaya lain. Untuk sepenuhnya memanfaatkan potensi Internet dan e-commerce,

Semua negara tidak mungkin untuk mendapat manfaat yang sama dari lingkaran berbudi luhur difusi internet diciptakan oleh globalisasi dan revolusi teknologi informasi Komunikasi (TIK). Faktor ekonomi terutama mempengaruhi keuntungan relatif yang dirasakan dari penggunaan Internet, sedangkan faktor-faktor politik dan budaya mempengaruhi kompatibilitas Internet dengan masyarakat.

Menurut hasil reset dan analisys penggunaan internet di Indonesia sudah sangat tinggi dari 42 juta di 2011 menjadi 55 juta pengguna di 2012 , hal ini menunjukan jumlah pengguna internet di indonesi bertambah sebanyak lebih dari 30%. Namun hal ini sangat disayangkan karena perkembangan hanya di kota-kota besar. rendahnya penetrasi internet tersebut disebabkan oleh belum meratanya “jalan raya” yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Yang dimaksud dengan “jalan raya” di sini adalah infrastruktur jaringan broadband atau pita lebar. Nah, fasilitas “jalan raya” ini hanya dapat dinikmati oleh kebanyakan orang yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, dsb. Namun, apabila kita berada di luar kota-kota tersebut, yang tersedia hanyalah “gang sempit” yang ibaratnya kalau mau papasan saja menyulitkan orang. Inilah yang akhirnya dapat men-discourage pengguna internet pemula untuk memberdayakan lebih lanjut internet di kehidupannya sehari-hari. Bahkan terlebih para pengguna di kota – kota atau desa –desa kecil.

Dari pembahasan diatas maka akan kita gunakan analisis SWOT, apa itu analisis SWOT? Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu pembahasan, atau

Analisis SWOT adalah instrument perencanaaan strategis yang klasik. Dengan

menggunakan kerangka kerja kekuatan dan kelemahan dan kesempatan ekternal dan

ancaman, instrument ini memberikan cara sederhana untuk memperkirakan cara terbaik

untuk melaksanakan sebuah strategi. Instrumen ini menolong para perencana apa yang bias dicapai, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh mereka.

2.1. Kekuatam (Strange)

            2.1.1. Jaringan usaha yang lebih luas bahkan internasional

            2.1.2. Hemat biaya oprasional

            2.1.3. mudah diakses oleh pembeli atau pengguna 24/7 hari seminggu

            2.1.4.  Terhubungnya masyarakat dengan masyarakat lain
Masyarakat di negara berkembang dapat mengakses dan menikmati produk, layanan, dan informasi yang mungkin sulit mereka temukan di daerahnya.

2.2. Kelemahan (Weekness)

            2.2.1.  Keamanan sistem rentan
Terdapat sejumlah laporan mengenai website dan basis data yang dihack, dan berbagai lubang kelemahan keamanan dalam software. Masalah keamanan ini menjadi sangat pnting karena bila pihak lain yang tidak berwenang bisa menembus sistem maka dapat menghancurkan bisnis yang telah berjalan

            2.2.2. Perlunya keahlian komputer
Tanpa menguasai keahlian computer, mustahil konsumen dapat berpartisipasi dalam e-commerce. Pengetahuan dasar computer mutlak diperlukan,

            2.2.3. Biaya peralatan komputer
Komputer diperlukan untuk mengakses internet, tentu saja dibutuhkan biaya untuk mendapatkannya.  Baik sewa ataupun membelinya

            2.2.4. Ketidaktepatan waktu pengiriman barang

            2.2.5. Ketidaksesuaian jenis dan kualitas barang yang dijanjikan

2.3. Peluang (Opportunity)

            2.3.1. ekonomi digital mudah di mulai

            2.3.2. Jumlah penduduk Indonesia yang banyak mampu menjadi pasar yang potensial.

            2.3.3. Banyaknya sumber daya alam yang dapat diolah menjadi produk-produk yang bernilai jual.

2.4. Tantangan (threat)

            2.4.1. mengubah pola budaya belanja yang mana bukan hanya membeli barang akan tetapi juga hiburan

            2.4.2. pemberian penyuluhan/pengajaran yang lebih banyak  ke pada masyarakat akan cara dan keuntungan penggunaan jaringan internet

            2.4.3.  mengubah pola pikir masyarakat konsumen menjadi produsen atau penjual

             2.4.4.  meningkatkan kecepaan atau jumlah lebar pita /bandwith untuk mempercepat process kea rah ekonomi digital yang merata.

BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

 

3.1.  Kesimpulan

3.1.1.  Terhubungnya masyarakat dengan masyarakat lain

3.1.2.   Perlunya keahlian menggunaan computer

3.1.3.   Merupakan bisnis yang potensial karena jumlah penduduk Indonesia yang besar

3.1.4.   Perlu adanya penyuluhan/pengajaran yang lebih intensive dari pemerintah agak digital ekonomi ini lebih merata dan tidak tefokus di kota – kota besar saja

 

3.2.  Rekomendasi

Meskipun banyak hambatan, bisnis online dengan memanfaatkan website e-commerce bias dikembangkan karena ke depannya merupakan tuntutan dari masyarakat.Selain itu, masih banyak peluang dalam e-commerce dan banyaknya hambatan yang ada, bisa diubah menjadi peluang bisinis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s