1.LATAR BELAKANG PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


wiratmo eko jati, teknik industri, industrial enginnering, wekojati

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

1. LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN KEWARGANEGARAAN

 

         Pendidikan kewarganegaran mutlak penting dalam upaya membenttuk masyarakat yang santun dan berbudaya (memiliki kepribadian),  Latar belakangnya ialah perjuangan bangsa indonesia dimasa lampau telah melahirkan kekuatan yang amat luar biasa dimana buah hasilnya nyata dan terlihat sampai kini, semangat juang serta nilai – nilai yang terkandung didalamnya haruslah terus ada agar kekuatan (suatu Negara) dapat terus ada dan tiap – tiap individu didalamnya memahami dan menyadari hak serta kewajibanya sebagai warga neraga. Perjuangan ini didasari karena nilai- nilai perjuangan bangsa sehingga terus memiliki pengetahuan serta kesadaran bernegara serta sikap dan prilaku yang cinta tanah air dan persatuan kesatuan bangsa.  Tujuan dari pendidikan kewarganegaraan secara khusus ialah :

  • Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan
  • Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti-korupsi
  • Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya
  • Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Hal tersebut diatas juga telah terkristalisasi dan menjadikan suatu yang besar bagi bangsa Indonesia yang kemudian tertuangkan dalam panca sila sebagai dasar atau landasan bagi bangsa Indonesia.  Landasan tersebut didasarkan atau dilatarbelakangi oleh hal –hal berikut ::

 

1.1.       LATAR BELAKANG HISTORIS

Perjalanan panjang sejarah Bangsa Indonesia sejak era sebelum dan selama penjajahan ,dilanjutkan era merebut dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan mengisi kemerdekaan,menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda-beda sesuai dengan zamannya. Kondisi dan tuntutan yang berbeda-beda diharap bangsa Indonesia berdasarkan kesamaan nilai-nulai kejuangan bangsa yang dilandasi jiwa,tekad dan semangat kebangsaan. Semangat perjuangan bangsa yang tidak mengenal menyerah harus dimiliki oleh setiap warga negara Republik Indonesia.

1.2.              LATAR BELAKANG KULTURAL

Latar belakang kurtural ialah Kebudayaan dan pendidikan, dimana kebudayaan dan pendidikan mempunya hubungan erat kaitanya dalam imbal balik, karena budaya dapat dikembangkan dan disebarluaskaan kepada kaum generasi penerus melalui pendidikan baik pendidikan formal ataupun informal. Sejatinya setiap suku bangsa memiliki perbedaan dalam pandangan serta filsafat kehidupan dalam kaitanya berbaur dengan masyarakat, bangsa Indonesia memiliki pandangan hidup dalam bermasyarakat dan bernegara pada kultur budaya yang dimilikinya.  Nilai kemasayarakatan dan kenegaraan yang ada dalam panca sila tidaklah hanya hasil karya yang tercipata begitu saja atau diciptakan oleh seseorang aja, melaikan sutu buah hasil benih bangsa Indonesia sendiri yang terkristalisasi dari nilai – nilai kultur yang ada dalam masyarakat Indonesia yang pada processnya di cantumkan dalam 5 sila olah para pendiri bangsa.

Satu-satunya karya besar bangsa Indonesia yang sejajar dengan karya besar bangsa lain di dunia adalah pemikiran tentang bangsa dan negara yang berdasarkan pandangan hidup suatu nilai yang tertuang dalam sila-sila dalam pancasila.

Oleh karena itu sangatlah penting untuk para generasi penerus ntuk dapat mengerti da memahami isis dari panca sila tersebut  dan mengamalkanya dalam kehidupa berbangasa dan bernegara, sehingga pada akhirnya dapat terciptakan suatu negara yang kuat dan paham betul akan identitas bangsanya. Dalam hal ini mahasiswa atau dapat dikatakan kaum intelektual haruslah memahami dan mengerti  serta mencerminkanya dalam kehidupa bermasyarakat sehingga tidak hanya tercipata generasi yang cerdas dan terampil namun juga generasi yang bermartabat sesuai dengan keadaan zaman.

1.3.              LATAR BELAKANG  YURIDIS

Landasan yuridis adalah landasan yang berdasarkan atas peraturan yang dibuat setelah melalui perundingan serta permusyawarahan. Landasan yuridis pancasila terdapat dalam alinea IV Pembukaan UUD”45, antara lain di dalamnya terdapat rumusan sila-sila Pancasila sebagai dasar negara yang sah sebagai berikut:

1)       Ketuhanan Yang Maha Esa.

2)      Kemanusiaan yang adil dan beradab.

3)      Persatuan Indonesia

4)     Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

5)      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Batang tubuh UUD 1945  juga merupakan landasan yuridis konstitusional karena dasar Negara terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 yang dijelaskan serta dijabarkan secara rinci dalam pasal-pasal dan ayat-ayat yang terdapat di dalam Batang Tubuh UUD 1945 tersebut.

Berikut penjabaran pada batang tubuh UUD 1945  :

1) Sila pertama :: Pasal 29 ayat (1) UUD 1945: Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Ayat (2) UUD 1945: Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

2) Sila kedua:: Pasal 27 ayat (1) UUD 1945: Segala Warganegara bersamaan kedudukannya di dalam Hukum danPemerintahan dan wajib menjunjung Hukum dan Pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Ayat (2) UUD 1945: Tiap-tiap warganegara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

3) Sila ketiga:: Pasal 30 ayat (1): Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara.

4) Sila keempat:: Pasal 22E: Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali.

5) Sila kelima:: Pasal 33 ayat (1): Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan. Ayat (2):Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai hajat hudup orang banyak dikuasai oleh Negara. Ayat(3): Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalammya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

1.4.         LATAR BELAKANG FILOSOFIS

Landsan filosofis adalah landasan yang berdasarkan atas filsafat atau pandangan hidup. Pancasila merupakan dasar filsafat negara. Dalam aspek penyelenggaraan negara harus bersumber pada nilai-nilai pancasila termasuk sistem perundang-perundangan. Pada zaman dahulu saat bangsa Indonesia belum mendirikan negara adalah sebagai bangsa yang hanya berketuhanan dan berkemanusiaan, hal ini berdasarkan bahwa manusia adalah makhluk Tuhan, dan pada masa kerajaan-kerajaan hindu pun adalah bangsa yang sudah menganut kepercayaan terhadap Tuhan YME.

 

One thought on “1.LATAR BELAKANG PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

  1. Pingback: PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN | Faisal Arif Sandi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s