7 Etika Profesi


 

ETIKA PROFESI

 

Disusun Oleh Kelompok :

  1. Wiratmo ekajati /37412751

 

Dosen : Erian Sutantio, S.T

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

BEKASI

2015

 

Etika Profesi atau kode etik prosesi

Etika berasal dari bahasa Yunani, ethos (tunggal) atau ta etha (jamak) yang berarti watak, kebiasaan dan adat-istiadat. Pengertian ini berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun suatu masyarakat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi yang lain (Keraf, 1998)

Etika sebagai filsafat moral atau ilmu yang mendekatkan pada pendekatan kritis dalam melihat dan memahami nilai dan norma moral yang timbul dalam kehidupan masyarakat. (Muslich, 1998)

Sedangkan kode etik  berasal dari dua bahasa, yaitu “kode” berasal dari bahasa Inggris “code” yang berarti sandi, pengertian dasarnya dalah ketetuan atau petunjuk yang sistematis. Sedangkan “etika” berasal dari bahasa Yunani “ethos” yang berarti watak atau moral. Dari pengertian itu, kemudian dewasa ini kode etik secara sederhana dapat diartikan sebagai himpunan atau kumpulan etika. wikipedia 5/6/2016.

Berikut ini adalah kode etik atau etika profesi dari 7 jenis pekerjaan :

  • Wartawan
  • psikolog
  • Guru
  • Insiyur
  • Perawat
  • Pecinta Alam’
  • Akuntan

A. Etika Profesi Wartawan

Kode Etik wartawan disebut juga Kode Etik jurnalistik. Para wartawan yang tidak menaati , mengikuti, dan menjalankan kode etik ini dapat di sebut wartawan yang tidak profesional atau bahkan dapat disebut wartawan gadungan.

Pada 6 Agustus 1999, sebanyak 24 dari 26 organisasi wartawan berkumpul di Bandung dan menandatangani  Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI).

tujuh hal sebagai berikut:

  1. Wartawan Indonesia menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.
  2. Wartawan Indonesia menempuh tatacara yang etis untuk memperoleh dan menyiarkan informasi serta memberikan identitas kepada sumber informasi.
  3. Wartawan Indonesia menghormati asas praduga tak bersalah, tidak mencampurkan fakta dengan opini, berimbang, dan selalu meneliti kebenaran informasi serta tidak melakukan plagiat.
  4. Wartawan Indonesia tidak menyiarkan informasi yang bersifat dusta, fitnah, sadis, cabul, serta tidak menyebutkan identitas korban kejahatan susila.
  5. Wartawan Indonesia tidak menerima suap dan tidak menyalahgunakan profesi.
  6. Wartawan Indonesia memiliki Hak Tolak, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai kesepakatan.
  7. Wartawan Indonesia segera mencabut dan meralat kekeliruan dalam pemberitaan serta melayani Hak Jawab.

 

 B. Etika Profesi Psikolog

Kode etik profesi psikolog pertama diberlakukan APA (American Psychological
Association) pada than 1953 kemudian menjadi acuan dan memuat dalil-dalil etika
profesi psikolog yang terdiri atas:
1. Responsibility: karena potensi sensitive dari hasil kerjanya, diharapkan kehatihatian
psikolog dengan mencermati aktifitas yang dilakukan agar dapat
mempertanggungjawabkan hasil kerjanya itu pada sejawat, pihak terkait dan
menyadari serta dapat mempertanggungjawabkan akibat-akibat yang dapat
ditimbulkan. Psikolog harus mempertanggungjawabkan atas segala aktifitas
kerja profesionalnya.

2. Competence: psikolog harus memahami limitasi aktifitas profesionalismenya
dalam kompetensi yang benar-benar sesuai dengan keahlian, kemampuan dan
pengalaman kerja professional yang dimilikinya.

3. Moral and legal standard: psikolog harus menempatkan aktifitas profesionalnya
dalam tataran nilai-nilai moral dan hukum arti lingkungan dimana aktifitas
profesionalnya itu dilaksanakan. Pemahaman terhadap aturan-aturan hukum
yang berkaitan dengan aktifitas profesinya mutlak harus dilakukan agar
terhindar dari tindakan hukum terhadap diri, profesi dan keilmuannya.
Pemahaman terhadap nilai moral sosial, budaya, spiritual masyarakatnya sangat
menentukan keberhasilan layanan professional yang dibutuhkan.

4. Public statement dari seluruh rencana, proses, metoda, pendekatan, hasil dlsb,
dari kerja profesi psikolog harus diupayakan mendatangkan manfaat bagi
profesi, profesional dan kemanusiaan, konsumen maupun masyarakat secara
keseluruhan. Jenis informasi professional apapun yang merugikan dan tidak
bermanfaat harus dikelola dengan arif dan bijak. Psikolog harus menghindari
‘misleading’ dalam kerja profesionalnya akibat misleading dari public statement
yang dibuatnya.

5. Prinsip kerahasiaan profesional harus dipegang teguh agar supaya tidak
menimbulkan dampak yang berbahaya dan merusak diri, profesi, orang lain
maupun komunitas secara keseluruhan. Rekam data psikologis (Psychological
record) hanya dipergunakan agar bermanfaat bagi konsumen yang bersangkutan
(individu, institusi, komunitas) dan hanya untuk keperluan profesional semata.

6. Prinsip kerja professional psikolog harus mampu dengan jelas menunjukkan
manfaat dan komitmen bagi kebaikan hidup konsumennya. Karena iu
diperlukan proteksi bagi psikolog maupun konsumennya, agar tercapai
kemanfaatan maksimal.

7. Menjaga dan memelihara relasi profesional dengan semua pihak yang
berhubungan dalam aktivitas profesi agar saling menghargai dan melindungi
dalam mencapai hasil kerja profesi yang optimal.
8. Menjaga dan memelihara teknik assessment dan teknik treatment termasuk
semua perangkatnya agar tidak disalahgunakan sehingga merugikan
kepentingan ilmu, profesi, professional, konsumen maupun masyarakat pada
umumnya.

9. Dalam banyak hal, terdapat empathi yang kuat untuk menempatkan manusia
yang diberikan layanan professional psikologi dalam spora pe libatan
(partisipasi) manusia pada aktivitas ilmu pengetahuan yang pada hakekatnya
memang ditujukan untuk tercapainya human welfare dan human wellbeing.
Sehingga diperlukan perhatian (care) dan assertive yang setara.

dari hal diatas maka juga muncul etika profesi bagi para psikolog indonesia yang  merupakan hasil nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang dapat di lihat secara lengkap di http://himpsi.or.id/phocadownloadpap/kode-etik-himpsi.pdf  (klik link)

C. Etika Profesi / KODE ETIK GURU INDONESIA

Guru Indonesia menyadari, bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa,Bangsa, dan negara,serta kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada Undang-undang Dasar 1945, turut bertanggungjawab atas terwujdunya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Oleh sebab itu, Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan mendominasi dasar -dasar sebagai berikut:

  1. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.
  2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional.
  3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan danpembinaan.
  4. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar-mengajar.
  5. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat di sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggungjawab bersama terhadap pendidikan.
  6. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya.
  7. Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial.
  8. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.
  9. Guru melaksanakan segala kebijakan Pemerintah dalam bidang pendidikan

 

D. Etika Profesi Engineer / Insinyur

Di Indonesia dalam hal kode etik telah diatur termasuk kode etik sebagai seorang insinyur yang disebut kode etik insinyur Indonesia dalam “catur karsa sapta dharma insinyur Indonesia. Dalam kode etik insinyur terdapat prinsip-prinsip dasar yaitu:

  1. Mengutamakan keluhuran budi.
  2. Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia.
  3. Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat,     sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
  4. Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran

Tuntutan sikap yang harus dijalankan oleh seorang insinyur yang menjunjung tinggi kode etik seorang insinyur yang professional yaitu:

  1. Insinyur Indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan Masyarakat.
  2. Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai dengan kempetensinya.
  3. Insinyur Indinesia hanya menyatakan pendapat yang dapat dipertanggung jawabkan.
  4. Insinyur Indonesia senantiasa menghindari terjadinya pertentangan kepentingan dalam tanggung jawab tugasnya.
  5. Insinyur Indonesia senantiasa membangun reputasi profesi berdasarkan kemampuan masing-masing.
  6. Insinyur Indonesia senantiasa memegang teguh kehormatan, integritas dan martabat profesi.
  7. Insinyur Indonesia senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalnya.

 

E. Etika Profesi  Keperawatan Indonesia


Kode etik ini disusun dan diputuskan dalam Munas I tahun 1976., Diadakan revisi dalam Munas PPNI VI di Bandung tahun 2000, yang Berisikantanggung jawab Perawat terhadap ; Klien / pasien, perawat dan praktik, perawat
 dan  masyarakat,Perawat dan teman sejawat dan perawat dengan profesi. Teks Kode Etik Keperawatan Indonesia tahu 2000.

 Bab I Perawat dan klien :
 
1. Perawat dalam memberikan perawatan thd klien, dan tidak terpengaruh kedudukan sosial politik dan agama yang dianut serta warna kulit.umur,jenis kelamin, aliran pertimbangan kebangsaan, kesukuan.

2. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai – nilai budaya, adat istiadat dan kelangsungan hidupberagama dari klien 
.
3. Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang memebutuhkan asuhan keperawatan.
4. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan 
kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Bab II Perawat dan Praktik

1. Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi dibidang keperawatan melalui belajar terus menerus.
2. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional yang
    menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.
3. Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang akurat dan mempertimbangakan    kemampuan serta kualifikasi seseorang dalam melakukan konsultasi, menerima delegasi dan 
 memberikan delegasi kepada orang lain.
4. Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukan perilaku 
    profesional.

Bab III Perawat dan masyarakat :
Perawat mengemban tugas tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan memdukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.
Bab IV Perawat dan Teman sejawat :
 
1. Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga   kesehatan lainnya, dalam memelihar keserasian suasana lingkungan kerja maupun tujuan pelayanan   kesehatan secara menyeluruh.
2. Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan   secara tidak kompeten, tidak etis dan illegal.

Bab V Perawat dan Profesi :
 
1. Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan pelayanan keperawatan 
serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan.
2. Perawat berperan aktif dalam berbagai pengembangan profesi keperawatan.
3. Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja 
  yang kondusif demi terwujudnya asuhan keperawatan yang bermutu
Sumber :  www.inna-ppni.or.id/index.php/kodeetik (6/2016)
F. Kode Etik Pecinta alam

Pecinta alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Pecinta alam Indonesia adalah bagian dari masyarakat Indonesia, sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa Pecinta alam adalah sebagian dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Yang Maha Kuasa

Sesuai dengan hakekat diatas, kami dengan kesadaran menyatakan :
1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.
3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah air.
4. Menghormati Tata Kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya.
5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara Pecinta Alam sesuai dengan Azas Pecinta Alam.
6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah air.
7. Selesai.

https://id.wikipedia.org/wiki/Pencinta_alam

G. Etika Profesi Akuntansi

    Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia, meliputi 3 bagian:
  1. Prinsip Etika,
  2. Aturan Etika, dan
  3. Interpretasi Aturan Etika

Prinsip Etika Profesi Akuntan

  1.     Tanggung Jawab Profesi.

Ketika melaksanakan tanggungjawabnya sebagai seorang profesional, setiap anggota harus mempergunakan pertimbangan moral dan juga profesional didalam semua aktivitas/kegiatan yang dilakukan..

  1.      Kepentingan Publik,

Setiap anggota harus senantiasa bertindak dalam krangka memberikan pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan yang diberikan publik, serta menunjukkan komitmennya sebagai profesional.

  1.      Integritas

Guna menjaga dan juga untuk meningkatkan kepercayaan publik, tiap tiap anggota wajib memenuhi tanggungjawabnya sebagai profesional dengan tingkat integritas yang setinggi mungkin

  1.      Obyektivitas

Tiap individu anggota berkeharusan untuk menjaga tingkat keobyektivitasnya dan terbebas dari benturan-benturan kepentingan dalam menjalankan tugas kewajiban profesionalnya

  1.      Kompetensi dan sifat kehati hatian profesional

Tiap anggota harus menjalankann jasa profesional dengan kehati hatian, kompetensi dan ketekunan serta memiliki kewajiban memepertahankan keterampilan profesional pada tingkatan yang dibutuhkan guna memastikan bahwa klien mendapatkan manfaat dari jasa profesional yang diberikan dengan kompeten berdasar pada perkembangan praktek, legislasi serta teknik yang mutahir.

  1.      Kerahasiaan

Anggota harus menghormati kerahasiaan informasi selama melaksanakan jasa profisional dan juga tak boleh menggunakan ataupun mengungkapkan informasi tersebut jika tanpa persetujua terlebih dahulu kecuali memiliki hak ataupun kewajiban sebagai profesional atau juga hukum untuk mengungkapkan informasinya.

  1.      Perilaku Profesional

Tiap anggota wajib untuk berperilaku konsisten dengan reputasi jang baik dan menjauhi kegiatan/tindakan yang bisa mendiskreditkan profesi.

  1.      Standar Teknis

Anggota harus menjalankan jasa profesional sesuai standar tehknis dan standard proesional yang berhubungan/relevan. tiap tiap anggota memiliki kewajiban melaksanakan penugasan dari klien selama penugasan tersebut tidak berseberangan dengan prinsip integritas dan prinsip objektivitas

 

thanks,  O_o

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s