membuka pascal dengan 64bit (dos box )

HI hi konco -konco saderek .. heheheheh (#javanese mode on )

Beberapa bulan lalu tepatnya muungkin sekitar 5 bulan yang lalu di mana Praktikum daspro 1 tentang Qbasic , saya pernah memposting tenang bagaimana “menjalankan Qbasic di 64Bit” , kali ini dengan dimulainya Praktikum Daspro ke 2 tentang pascal yang notabenenya juga tidak dapat di jalankan di Komputer atau laptop yang 64bit maka kini saya akan bagikan lagi bagiman cara nya jalanin Pascal di 64bit.

dalam menjalankan Pascal ini terdapat 2 cara :

1. Manual yakni kita harus memasukan perintah yang sama tiap kali ingin membukanya.

2. Otomatis yakni dosbox langsung membuka pascal secara otomatis saat kita membuka doxbox.

Cara 1 :

ketik comand berikut :

mount d c:\pascal

Z:\>d:

D:\>cd bin

D:\>tpx

Cara 2 :

  • Sebagimana yang lalu copy atau extract semua data Pascal di drive:\D  (atau drive yang tersedia)
  • Pergi ke C:\Users\<nama_user>\AppData\Local\DOSBox\ open dosbox-0.74

    wiratmo eko jati, industrial engineering, teknik industri

    dosbox pascal, membuka pascal dengan dos box (64bit)

lalu masukan kata berikut di bagian paling bawah. :

mount c d:\pascal
c:
cd bin
tpx

wiratmo eko jati, industrial engineering, teknik industri

tampilan note dosbox

Lalu save..  & Buka Dosboxnya..

LALU WALAaaaAAaaa…!!!!!

Selamat mengerjakan tugas -tugas kalian dengan pascal di Dosbox.  laptop tetap 64 plus pascal tetap lancar jaya.

Thanks,  O_o

Advertisements

SUB ROUTINE, FUNGSI, DAN SUB PROGRAM

Berikut ini adalah pengertian tentang SUB ROUTINE, FUNGSI, DAN SUB  PROGRAM yang diambilkan dari Ilab Gunadarma 

Sub Routine
Sub routine merupakan kumpulan baris program yang dipanggil dengan statement GO SUB.
Sub routine digunakan untuk memanggil baris program yang sering dipanggil. Hal ini lebih
baik daripada menuliskan baris program yang sama berkali-kali.
Bentuk umum GO SUB :
GO SUB no_baris
Pemangggilan sub routine juga dapat menggunakan statement ON GO SUB. Bedanya
dengan ON GO SUB pemanggilan sub routine terjadi tergantung urutan nomor baris.
Bentuk umumnya :
ON ekspresi_integer GOSUB daftar_no_baris
Contoh :
ON 3 GO SUB 15, 12, 20
Sub routine yang dipanggil adalah subroutine baris 20 sesuai urutan daftar nomor baris.
Sub routine diakhiri dengan statement RETURN dan kemudian kembali ke baris program
berikut dari baris program yang memanggilnya. Bagian awal sub routine harus dituliskan
nomor baris atau labenya.
Contohnya :
CLS
DIM I AS INTEGER
PRINT “Budi”, “1IA01”, “Jakarta”
GO SUB 15
PRINT “Dedi”, “1IA02”, “Depok”
GO SUB 15 Page 55
END
15 PRINT STRING$(35 ,”-“)

RETURN
Output program :
Budi 1IA01 Jakarta
———————————
Dedi 1IA02 Depok
———————————
Setelah pemanggilan GO SUB pertama pada baris ke-3 untuk mencetak garis, kemudian
program mengerjakan baris ke-4 di bawah baris pemanggilan sub routine pertama untuk
mencetak data. Kemudian sub routine dipanggil kembali untuk mencetak garis. Setelah
RETURN mengerjakan statement END.
Fungsi
Fungsi adalah bagian dari program yang memberikan nilai keluaran. Nilai keluaran ini dapat
disimpan pada sebuah variabel, dicetak atau dimanipulasi. Sebuah fungsi dapat dikatakan
sebagai ekspresi karena mengandung nilai. Jenis nilai keluaran berbeda-beda tergantung tipe datanya.

Fungsi dibagi menjadi dua yaitu fungsi yang sudah disediakan BASIC dan fungsi yang
sengaja diciptakan user (user defined). Kita tidak perlu mendeklarasikan atau
mendefinisikan fungsi yang telah ada pada BASIC kita tinggal memanggil dan mendapatkan
nilai keluarannya. Fungsi yang telah disediakan jumlahnya cukup banyak (untuk melihat
fungsi pada QBASIC pilih menu Help>Index. Lihat daftar kata reserved word yang diakhiri
kata ‘Function’), contoh beberapa fungsi misalnya lihat tabel berikut :

Fungsi sintaks

Bentuk umum untuk membuat suatu fungsi :
FUNCTION nama_fungsi [(parameter)]
[blok_statement]
nama_fungsi = ekspresi
[blok_statement]
END FUNCTION
Dalam QBASIC penulisan fungsi dilakukan dengan jendela terpisah dari modul utama. Untuk
berpindah-pindah dari modul utama ke jendela fungsi tekan tombol F2, lalau pilih pilihan
modul yang ada.
Bentuk lain selain fungsi diatas ada fungsi yang dideklarasikan dan ditulis bersama modul
utama. Biasanya digunakan untuk fungsi aritmatik. Sebelum dipanggil fungsi ini harus
didefinisikan di bagian deklarasi.
Bentuk umumnya:
DEF FNnama_fungsi [(paramenter)] = ekspresi
Atau
DEF FNnama_fungsi [(parameter)]
[Blok statement]
FNnama_fungsi = ekspresi
[Blok statement]
END DEF

Pemanggilan fungsi memberikan nilai kembalian yang bisa disimpan pada variabel,
dimanipulasi atau ditampilkan. Page 57
Contoh program :
DIM a AS SINGLE, kal AS STRING
DEF FNkuadrat (x) = x^2
DEF FNfaktorial (n)
DIM Hasil AS DOUBLE
Hasil=1
For I%=1 to n
Hasil = Hasil * I%
NEXT I%
FNfaktorial = Hasil
END DEF
CLS
INPUT “Masukan Angka Positif > “; a
PRINT a; “! = “; FNfaktorial(a)
PRINT a; “^2 = “; FNkuadrat (a)
PRINT
INPUT “Masukan Kalimat > “; kal
PRINT kal; ” >> “; besar(kal)
END
FUNCTION besar$ (kata$)
Besar$ = UCASE$ (kata$)
END FUNCTION
Output program :
Masukan Angka Positif > 5
5 ! = 120
5 ^2= 25
Masukan Kalimat > Lab Informatika
Lab Informatika >> LAB INFORMATIKA

Sub Program
Sub program adalah bagian dari program yang ditulis terpisah dari program utama. Berbeda
dengan fungsi sub program tidak mengembalikan nilai keluaran. Sub program sangat berguna
untuk menghindari penulisan barisan statement / instruksi yang berulang-ulang. Sub program
ini biasa juga disebut sebagai prosedur. Sama dengan fungsi dalam QBASIC sub program
ditulis secara terpisah dari modul utama. Untuk berpindah-pindah modul tekan tombol F2.
Pembuatan sub program ditulis setelah statement SUB dan diakhiri dengan END SUB.

Bentuk umum penulisan SUB :
SUB nama_sub [(parameter)]
[blok statement]
END SUB
Di dalam sub program kita bisa juga mendeklarasikan variabel baru, tetapi bersifat lokal tidak
bisa diakses dari modul utama. Pemanggilan nama sub program di dalam modul utama
meyebabkan setiap statement dalam blok statement dalam sub program akan dilaksanakan.
Contoh program :
DIM pil AS INTEGER
CLS
LOCATE 5, 15
PRINT “< Menu Utama >”
LOCATE 6, 15
PRINT “1. Menu Pertama”
LOCATE 7, 15
PRINT “2. Menu Kedua”
LOCATE 8, 15
PRINT “3. Menu Ketiga”
LOCATE 9,15
INPUT “Pilihan Anda > “; pil
SELECT CASE pil
CASE 1
Satu
CASE 2

Dua

CASE 3
Tiga
ELSE CASE
PRINT “Pilihan Anda Ngawur !”
END SELECT
END
SUB Satu
PRINT “ANDA MEMILIH MENU PERTAMA”
END SUB
SUB Dua
PRINT “ANDA MEMILIH MENU KEDUA”
END SUB
SUB Tiga
PRINT “ANDA MEMILIH MENU KETIGA”
END SUB
Output program :
< Menu Utama >
1. Menu Pertama
2. Menu Kedua
3. Menu Ketiga
Pilihan Anda > 3
ANDA MEMILIH MENU PERTAMA
Jika memasukan pilihan selain ketiga nomor tersebut akan tercetak kalimat :
Pilihan Anda Ngawur !

P6.2. Contoh Kasus
Seorang mahasiswa diminta untuk membuat program tentang GOSUB menggunakan
bahasa pemrograman qbasic. Program yang dibuat akan menghasilkan output seperti pada
gambar di bawah ini :

qbasic

Langkah-langkah Pengerjaan

1. Klik aplikasi program Qbasic.exe, hingga muncul tampilan seperti pada gambar di
bawah ini:

qbasic

2. Setelah muncul tampilan diatas, maka selanjutnya tekan ESC pada keyboard untuk
mengetikkan program yang akan dibuat. Berikut tampilan untuk mengetikkan
program:

qbasic2

3. Selanjutnya kita ketikkan souce code program berikut pada program qbasic.

qbasic

4. Sebelum menjalankan source code tersebut, kita simpan terlebih dahulu source code
tersebut, dengan cara klik File pada pada toolbar qbasic.exe Pilih savePilih
directori untuk menyimpan file ini dan simpan dengan nama file luas.bas. Berikut
tampilan tahap penyimpanan.

qbasic

5. Setelah selesai menyimpan file tersebut, maka selanjutnya kita menjalankan program
tersebut dengan cara menekan SHIFT+F5 , jika program yang telah ddiketikkan
telah berhasil, maka program ini akan berjalan, tetapi pada saat program itu dijalankan
program itu tidak berjalan, maka program tersebut mengalami kesalahan sintaks.

P6.3. Latihan Soal
DECLARE FUNCTION fibonacci (n)
CLS
FOR i = 1 TO 5:
PRINT fibonacci(i);
NEXT i
PRINT “…”
FUNCTION fibonacci (n)
IF (n <= 2) THEN
fibonacci = 1
ELSE
fibonacci = fibonacci(n – 1) + fibonacci(n – 2)
END IF
END FUNCTION
Pertanyaan:
Apa hasil output program diatas?
A. 1 1 2 3 5 8 13 …
B. 1 2 3 5 8 …
C. 1 2 3 4 5
D. 1 1 2 3 5 …
E. Error

Thanks…

Berdiri teguh ….  dan berpegang erat ….  O_o

Dasar pemprograman pertemuan ke 6

” Merry Christmas & Happy New Year ”                                                                              buat semua semoga di tahun yang baru ini/2013 banyak hal baru dan menyenangkan kita raih dan dapatkan.

    Minggu ini Perkuliahan akan segera dimulai lagi … ya !!!! setelah perjuangan dalam UTS yang lumayan berat menurut w … hehe .. dan mungkin beberapa teman mahasiswa yang lain, ketika UTS berlangsung, karena ada beberapa  masalah/tantangan yang akhirnya harus terjadi , mulai dari masuk tapi tidak ngarti( blass ora paham) sama sekali, telat karena salah jadwal, ketahuan sama pengawas waktu mencoba peruntungannya, juga macet, harus-kerja ( yg ini yang mungkin juga menghantui sebagian besar dari kita-kita .. heheh lebuyy dikit ) sampai gak bisa dateng sama sekali karena banjir.  

    Awal perkuliahan minggu inipun, menurut w dibuka dengan tugas Dasar pemprograman yang resminya dikirimin sama Pak Ketua kelas hari ini. Yang notabene-nya sebagian dari ini adalah tugas dari tahun lalu (digotong ke tahun ini… hehe ).. 

sebelum ngerjain tugas untuk Pertemuan ke 7 (minggu ini), berikut w postingin/copy paste pelajaran pertemuan sebelumnya, monggo cekidot  ;

SELEKSI KONDISI DAN PERULANGAN

 Seleksi Kondisi

Dalam BASIC, seleksi kondisi dilakukan oleh statement IF..THEN dan SELECT CASE. Kondisi   ini berupa suatu ekspresi yang menghasilkan nilai benar (-1) atau salah (0) saja. Ekspresi biasanya menggunakan relational operator atau logic operator.

 

Bentuk umum statement IF..THEN :

IF  kondisi THEN statement1 [ELSE statement2]

Jika dibuat bagan flow chart :

  

statment  IF THEN

Bentuk  lain :

IF  kondisi1 THEN

[Blok statement-1]

[ELSEIF kondisi2 THEN

            [blok statement-2]]…

 [ELSE

[blok statement-n]]

END IF

Bentuk flowchartnya :

Bentuk  lain statement IF ..THEN

Bentuk pertama menggunakan statement tunggal. Jika kondisi benar akan melaksanakan statement-1 jika salah akan melaksanakan statement-2. Bentuk kedua adalah bentuk seleksi kondisi bertingkat. Jika kondisi-1 benar akan melaksanakan statement pada blok statement-1, jika tidak maka akan menyeleksi komdisi2. Jika kondisi-2 benar maka blok statement-2 akan dilaksanakan dst. Jika semua kondisi salah maka akan melaksanakan blok statement-n.

Bentuk umum SELECT CASE :

SELECT CASE ekspresi

CASE ekspresi_list1

            [Blok statement-1]

[CASE  ekspresi_list2

            [Blok statement-1]]…

[CASE ELSE

            [Blok statement-n]]

END SELECT

Ekspresi-list adalah daftar ekspresi yang dibandingkan nilainya dengan ekspresi yang dites. Ekspresi adalah nilai yang akan dibandingkan dengan nilai tiap-tiap ekspresi_list. Jika terpenuhi atau menghasilkan nilai benar maka akan melaksanakan blok statement di bawahnya. Jika tidak sesuai dengan semua ekspresi_list yang ada maka akan melaksanakan blok statement-n (di bawah CASE ELSE).

Bentuk bagannya:

Bentuk umum statement SELECT CASE

Contoh program :

DIM Umur AS INTEGER

DIM Nilai AS SINGLE

DIM Peringkat AS INTEGER

Umur = 45

Nilai = 75

Peringkat = 5

IF Umur >= 30  THEN  PRINT “Anda Sudah Tua”  ELSE  PRINT “Anda _ Masih Muda”

IF Nilai >=90 THEN

PRINT “Anda mendapat nilai A”

ELSEIF Nilai >=80 THEN

PRINT “Anda mendapat nilai B”

ELSEIF Nilai >=70 THEN

PRINT “Anda mendapat nilai C”

ELSEIF Nilai >=60 THEN

PRINT “Anda mendapat nilai D”

ELSE PRINT “Anda mendapat nilai E”

END IF

SELECT CASE Peringkat

CASE 1 TO 3

PRINT “Peringkat Anda Istimewa”

CASE 4,5

PRINT “Peringkat Anda Bagus”

CASE 6 TO 10

PRINT “Peringkat Anda Lumayan”

CASE IS > 10

PRINT “Peringkat Anda Buruk”

END SELECT

END

Output program :

Anda Sudah Tua

Anda mendapat nilai C

Peringkat Anda Bagus

Perulangan 

Stetement perulangan terdiri dari FOR..NEXT, DO..LOOP, dan WHILE..WEND.

FOR..NEXT merupakan perulangan dimana akan berhenti yaitu saat nilai pencacah mencapai nilai akhir yang diinginkan tanpa ada proses penyeleksian. Kita bisa mengetahui berapa kali terjadi perulangan yaitu (nilai_akhir – nilai_awal) * kenaikan.

Bentuk umum statement FOR..NEXT :

FOR pencacah = nilai_awal TO nilai_akhir [STEP kenaikan]

            [blok statement]

NEXT pencacah 

Bentuk  lain PERULANGAN FOR NEXT

Jika STEP tidak disebutkan maka kenaikannya adalah 1.

Contoh program :

DIM I AS INTEGER

DIM X AS INTEGER

FOR I=1 TO 5

PRINT “Bilangan ke-” ; I

NEXT I

PRINT “10 Bilangan genap pertama : ” ;

FOR X=2 TO 20  STEP 2

PRINT X;

NEXT X

END

Output program :

Bilangan ke-1

Bilangan ke-2

Bilangan ke-3

Bilangan ke-4

Bilangan ke-5

10 Bilangan genap pertama : 2  4  6  8  10  12  14  16  18  20

Perulangan  DO..LOOP terus dilaksanakan  saat kondisi tertentu terpenuhi atau bernilai benar, jika tidak maka proses perulangan akan berhenti. Penyeleksian kondisi dilakukan setelah kata DO atau LOOP. Bentuk umumnya :

DO [{ WHILE | UNTIL }  kondisi]

            [blok statement]

LOOP

Atau

DO      

[blok statement]

LOOP [{ WHILE | UNTIL }  kondisi]

Bagan flow chart:

Statement Do -Loop

Bentuk-1 adalah looping dengan menggunakan UNTIL, bentuk-2 dengan WHILE. Perbedaannya adalah bentuk-1 proses looping akan berhenti sampai kondisi bernilai benar(Y) dan sebaliknya. Sedangkan bentuk-2 selama kondisi bernilai benar proses looping akan terus dilakukan.

Lihat contoh program berikut :

DIM I AS INTEGER, X AS INTEGER

I=0

DO

I= I + 1

PRINT I;

LOOP UNTIL I=5

PRINT

X=0

DO WHILE X < 5

X= X + 1

PRINT X;

LOOP

END

Output program :

1 2 3 4 5

1 2 3 4 5

Perulangan WHILE..WEND pada dasarnya sama dengan DO WHILE..LOOP. Selama kondisi bernilai benar proses looping terus dilaksanakan. Bentuk umumnya:

WHILE kondisi

[blok statement]

WEND

Dasar pemprograman pertemuan ke 7 

Your voice is your concern O_o